Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik setempat. Agenda strategis berskala nasional ini dinilai memiliki peran yang sangat krusial dalam menyajikan data dasar perekonomian yang akurat, mutakhir, dan komprehensif. Selain sebagai kebutuhan pemetaan daerah, pelaksanaan sensus ini juga merupakan amanat langsung dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Barito Utara, HM Mastur, menjelaskan bahwa data yang dihasilkan dari sensus ini akan menjadi kompas bagi pembangunan daerah. Hasil pendataan lapangan tersebut bakal memotret kondisi riil serta memetakan potensi ekonomi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Melalui validitas data tersebut, pemerintah dapat merancang langkah taktis yang tepat guna dalam memperkuat ekosistem usaha.
“Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pondasi utama dalam merumuskan kebijakan teknis, menyusun perencanaan program, serta melakukan evaluasi kinerja sektor perdagangan dan industri sesuai dengan potensi dan karakteristik wilayah,” ujar Mastur.
Guna menyukseskan program tersebut, HM Mastur mengimbau seluruh pelaku usaha, kalangan dunia industri, serta lapisan masyarakat luas untuk bersikap kooperatif selama proses pendataan berlangsung. Kerja sama yang baik dari para responden diwujudkan dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas lapangan. Keterbukaan informasi ini menjadi kunci utama agar hasil akhir sensus dapat merepresentasikan kondisi perekonomian daerah yang sesungguhnya.
“Partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha sangat menentukan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Data yang akurat akan mendukung lahirnya kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan daerah,” katanya, Sabtu (30/5/2026) di Muara Teweh.
Lebih lanjut, Mastur menegaskan bahwa keberhasilan agenda besar ini memerlukan sinergi dan kolaborasi yang solid dari seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar tugas pemerintah dan BPS semata. Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan semangat kebersamaan demi mewujudkan pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Penutupan imbauan tersebut diperkuat dengan slogan resmi, “Sensus Ekonomi 2026, Mencatat Ekonomi Indonesia untuk Masa Depan yang Lebih Baik.”
“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun perekonomian bangsa yang inklusif. Dengan data ekonomi yang berkualitas, pembangunan dapat direncanakan secara lebih tepat dan berdaya guna,” pungkasnya.
