Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kini tengah mematangkan rencana pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah Kecamatan Teweh Baru. Langkah awal dimulai dengan menggelar kegiatan rekayasa lapangan untuk memetakan proyek Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan di kawasan tersebut. Upaya strategis ini dilakukan demi menjamin ketersediaan serta kelancaran distribusi pasokan air bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Proses peninjauan di lapangan tersebut digulirkan secara terpadu oleh Bidang Cipta Karya Dinas PUPR yang bersinergi dengan PDAM Barito Utara. Pihak penyedia jasa konstruksi bersama tim konsultan teknis juga turut dilibatkan langsung guna menyamakan persepsi mengenai detail pengerjaan. Pengamatan mendalam terhadap kondisi riil di area proyek sangat diperlukan agar tahapan konstruksi nantinya dapat berjalan dengan optimal serta tepat sasaran.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara, H. Rody, menjelaskan bahwa realisasi infrastruktur ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kebijakan ini juga menjadi instrumen penting untuk menghadirkan fasilitas sanitasi yang layak dan berkesinambungan bagi warga setempat. Program pembangunan tersebut sengaja dirancang agar hasil dan dampaknya bisa langsung menyentuh lini kehidupan masyarakat secara luas.
“Pembangunan SPAM IKK Jingah ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari realisasi Program GASPOL 11.12 Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara untuk menghadirkan pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata H. Rody.
Dalam perencanaan teknisnya, fasilitas pengolahan air bersih yang baru ini ditargetkan mampu memproduksi air bersih dalam volume yang cukup besar. Berdasarkan proyeksi kebutuhan domestik warga yang terus melonjak saban tahun, instalasi ini didesain agar memiliki kapasitas produksi terpasang hingga mencapai 50 liter per detik. Melalui standar kemampuan tersebut, pasokan air untuk wilayah Kelurahan Jingah dan area di sekitarnya dipastikan akan jauh lebih stabil.
“Dengan kapasitas tersebut diharapkan pelayanan air minum bagi masyarakat Jingah dan sekitarnya dapat semakin optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
