Disdukcapil Barito Utara Genjot Perekaman KTP Elektronik bagi Pelajar di Sekolah-Sekolah


Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terus memaksimalkan program percepatan perekaman KTP-el bagi para pelajar yang telah menginjak usia 16 tahun ke atas. Guna menyukseskan agenda nasional tersebut, pihak kedinasan menerapkan skema pelayanan jemput bola secara berkala ke berbagai sekolah tingkat menengah atas dan sederajat di wilayah setempat. Upaya proaktif ini sengaja ditempuh untuk memperluas jangkauan layanan serta meminimalkan potensi keterlambatan kepemilikan dokumen identitas resmi bagi generasi muda.


Langkah taktis peninjauan dan perekaman ini merupakan implementasi nyata dari instruksi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri RI bersama instansi vertikal di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Barito Utara, Muhammad Hendra Erwirasyah. Penjelasan tersebut disampaikan di sela-sela agenda dinas mendampingi Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, S.T., M.T., saat meninjau dan menyerahkan paket bantuan sosial bagi warga korban musibah kebakaran di Jalan Padat Karya, Muara Teweh.


“Melalui program jemput bola ini, kami ingin mempermudah akses layanan administrasi kependudukan bagi para pelajar yang telah memasuki usia wajib perekaman. Selain mendukung akurasi data kependudukan, langkah ini juga penting untuk menunjang berbagai pelayanan publik dan kebutuhan akses digital di masa mendatang,” kata Muhammad Hendra Erwirasyah. Salah satu sekolah yang telah mendapatkan alokasi layanan biometrik ini adalah SMA Negeri 1 Teweh Timur, dan agenda serupa dipastikan akan terus menyisir satuan pendidikan lain secara terstruktur.


Pihak manajemen Disdukcapil memosisikan pengumpulan data biometrik sejak dini sebagai fondasi utama dalam mempersiapkan basis data kependudukan daerah yang mutakhir, termasuk untuk kepentingan menyaring data pemilih pemula. Penyelarasan ini dirasa krusial agar hak-hak sipil para remaja dalam pesta demokrasi mendatang dapat terjamin sepenuhnya. Oleh karena itu, sinergi antara pihak sekolah dan petugas operasional di lapangan terus diperketat agar tidak ada target sasaran yang terlewatkan selama masa pelaksanaan program.


“Kami berharap peserta didik yang telah berusia 16 tahun ke atas dan belum melakukan perekaman dapat segera berkoordinasi dengan pihak sekolah atau memantau jadwal pelayanan dari Disdukcapil agar seluruh data kependudukan dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya. Di sisi lain, Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, melayangkan poin apresiasi tinggi terhadap komitmen jajaran Disdukcapil yang dinilai sukses memotong jalur birokrasi dan mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada objek sasaran di lingkungan sekolah.


“Program jemput bola seperti ini sangat baik karena memudahkan masyarakat, khususnya para pelajar, untuk mendapatkan dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor pelayanan. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata H. Shalahuddin. “Kita ingin seluruh generasi muda yang sudah memenuhi syarat memiliki identitas kependudukan yang lengkap. Selain untuk kebutuhan administrasi, data yang akurat juga sangat penting dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah,” tegasnya.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال