Muara Teweh - Isu krusial mengenai kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya para guru honorer, menjadi topik utama yang disoroti dalam Konferensi Kerja Kabupaten PGRI Barito Utara Tahun 2026. Agenda strategis organisasi profesi ini diselenggarakan secara khidmat di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara. Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Diplan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa upaya perbaikan taraf hidup guru wajib menjadi fokus gerakan yang konsisten di semua level kepengurusan.
Dalam pandangannya, peran para guru sangat sentral sebagai filantropis sejati yang mendedikasikan waktu dan tenaga demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengingat kontribusi besar tersebut, Dr. Diplan menilai perhatian terhadap pemenuhan hak-hak keuangan dan perlindungan profesi mereka merupakan tanggung jawab kolektif yang mendesak. Sektor pendidikan dinilai tidak boleh dikesampingkan dari jajaran prioritas penganggaran meski daerah tengah dihadapkan pada skema efisiensi fiskal.
“Guru adalah pribadi yang penuh kasih sayang, tulus mendidik dan mengajar anak-anak bangsa. Setelah orang tua, guru merupakan sosok yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Karena itu sudah sepatutnya kita memperjuangkan kesejahteraan mereka,” ujar Diplan. Lebih lanjut, ia menyayangkan fakta di lapangan yang menunjukkan masih banyaknya guru honorer yang mengantongi upah minim dan jauh dari standar kelayakan hidup.
“Di berbagai daerah masih ditemukan guru honorer yang menerima penghasilan sangat rendah. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. PGRI harus terus hadir memperjuangkan hak-hak guru dan mendorong peningkatan kesejahteraan mereka,” tegasnya. Selain mengawal isu kesejahteraan, Dr. Diplan juga membakar semangat seluruh fungsionaris untuk memperkokoh solidaritas internal. Organisasi harus mampu membangun pola kemitraan yang produktif, menjaga marwah demokrasi, dan melahirkan terobosan yang berdampak langsung pada masyarakat luas.
“Saya memahami betul perjuangan guru karena saya berasal dari keluarga guru dan pernah menjadi guru. Dunia pendidikan tidak pernah jauh dari kehidupan saya. Karena itu saya akan terus menyuarakan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru,” katanya lagi. “Kita harus membangun kerja sama yang harmonis dan produktif, memperkuat kelembagaan, menjaga demokrasi, serta mendukung berbagai program pembangunan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Ketua PGRI Kabupaten Barito Utara, Maslan, S.Pd.I, memosisikan forum tahunan ini sebagai momentum emas untuk memperkuat konsolidasi serta mengevaluasi program kerja secara berkala. Pihaknya berkomitmen untuk berdiri tegak sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendongkrak mutu pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Agenda ini dihadiri oleh Bunda Guru Barito Utara Hj. Maya Savitri Shalahuddin, perwakilan GOW, DWP, serta ratusan kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah setempat.
