Bupati Barito Utara Paparkan Potensi Daerah dan Lepas Peserta Kalimantan Tribute 2026


Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, secara resmi memaparkan kekayaan potensi wilayahnya sekaligus melepas keberangkatan rombongan peserta Kalimantan Tribute 2026 pada Senin (27/4/2026). Prosesi pelepasan yang berlangsung di eks Bandara Beringin Muara Teweh ini menandai dimulainya perjalanan para offroader menuju titik selanjutnya di Kabupaten Murung Raya. Dalam sambutannya, Bupati memberikan gambaran mendalam mengenai kondisi geografis dan tantangan pembangunan yang dihadapi daerah berjuluk Bumi Iya Mulik Bengkang Turan tersebut.

H. Shalahuddin menjelaskan bahwa posisi Barito Utara yang berada di jantung daratan Kalimantan membuat akses transportasi sangat bergantung pada jalur sungai, terutama untuk aktivitas ekonomi makro. Ketergantungan pada aliran sungai ini menjadi tantangan tersendiri bagi distribusi komoditas unggulan daerah dibandingkan dengan wilayah pesisir yang memiliki akses langsung ke laut lepas. "Akses keluar daerah ini memang masih relatif sulit, rata-rata menggunakan jalur sungai. Berbeda dengan daerah pesisir yang bisa langsung ke laut, sehingga distribusi hasil tambang di sini lebih terbatas," tuturnya.

Meskipun menghadapi kendala logistik, Bupati menekankan bahwa letak geografis tersebut justru memberikan keuntungan berupa terjaganya ekosistem dan cadangan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Hingga saat ini, sektor pertambangan tetap menjadi pilar utama yang menopang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Barito Utara. "Alhamdulillah, kekayaan kami dari sektor pertambangan, khususnya batu bara dan juga gas bumi, masih menjadi andalan," tambah orang nomor satu di Barito Utara tersebut.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan bahwa Barito Utara berada dalam satu hamparan geografis yang terintegrasi dengan Kabupaten Murung Raya dan Gunung Mas. Ia secara khusus merekomendasikan jalur Tumbang Anoi sebagai rute yang wajib dijajal oleh para pecinta otomotif ekstrem karena karakteristik medannya yang sangat unik. "Di sana kondisi jalannya berbukit-bukit, bahkan ada yang sampai dua hingga tiga tingkat. Sangat cocok untuk menguji kemampuan kendaraan dan pengemudi," jelasnya merujuk pada tantangan teknis bagi para peserta.

Dalam momen tersebut, H. Shalahuddin juga sempat bernostalgia mengenai perjalanan kariernya sebagai birokrat sebelum menjabat sebagai kepala daerah hasil pemilihan tahun 2025 bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan. Ia berbagi pengalaman selama sembilan tahun mengabdi sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran. Pengalaman di bidang infrastruktur tersebut menjadi modal penting baginya dalam memahami dan memajukan konektivitas di wilayah Barito Utara saat ini.

Menutup agenda pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya Muara Teweh sebagai salah satu titik perlintasan ajang bergengsi Kalimantan Tribute 2026. Ia kemudian melepas iring-iringan kendaraan dengan iringan doa agar seluruh peserta senantiasa diberikan keselamatan hingga mencapai tujuan akhir. "Kami mengiringi perjalanan Bapak-Bapak sekalian dengan doa. Semoga selalu diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam perjalanan, serta keberkahan dalam setiap langkah," pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال