Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan mencegah penyebaran ideologi berbahaya, personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah mengambil langkah proaktif dengan menyambangi masyarakat pesisir. Tepatnya pada Selasa, 17 Februari 2026, tim dari KP XVIII - 2004 Das Kumai menggelar kegiatan edukatif di Desa Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran warga mengenai bahaya laten terorisme dan paham radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Inisiatif strategis ini menunjukkan komitmen Polri, khususnya Ditpolairud Polda Kalteng, dalam membangun ketahanan masyarakat dari ancaman ideologi ekstrem, memastikan keamanan masyarakat di wilayah perairan yang vital.
Pesannya sangat jelas, datang langsung dari pucuk pimpinan. Bapak Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan S.I.K., M.Si., melalui personel di lapangan, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dan partisipasi aktif dari setiap individu dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Beliau secara tegas menyampaikan harapan agar masyarakat dapat bertindak sebagai garda terdepan dalam membendung segala bentuk penyebaran paham radikal, menjadikan setiap warga sebagai agen pencegahan yang efektif demi masa depan Kalimantan Tengah yang aman dan damai.
Senada dengan Kapolda, Dirpolairud Polda Kalteng, Kombes Pol. Dony Eka Putra, S.I.K., M.H., juga turut menggaungkan seruan untuk meningkatkan kewaspadaan. Dalam pesannya yang disampaikan kepada warga Kumai, beliau menyoroti urgensi pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila, sebagai ideologi perekat bangsa, harus terus ditanamkan dan dipegang teguh agar tidak mudah terpengaruh oleh doktrin-doktrin ekstrem yang merusak persatuan dan kesatuan.
Para personel Ditpolairud yang bertugas tidak hanya sekadar memberikan imbauan, namun juga terlibat dalam diskusi interaktif dan penjelasan mendalam. Mereka memaparkan secara rinci tentang ciri-ciri dan bahaya nyata dari terorisme serta radikalisme, termasuk bagaimana cara mengidentifikasi potensi penyebaran paham tersebut di lingkungan sekitar. Dengan pendekatan yang persuasif dan edukatif, masyarakat diajak untuk bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mereka, terutama di sepanjang perairan Das Kumai yang merupakan jalur vital.
Melalui kegiatan sambang dan edukasi yang berkelanjutan ini, Polda Kalteng berharap dapat menggalang kekuatan masyarakat untuk secara aktif mencegah dan melawan segala bentuk ancaman ideologi. Peningkatan kesadaran dan partisipasi warga adalah kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, aman, dan damai di seluruh pelosok Kalimantan Tengah, khususnya dari ancaman penyebaran paham radikalisme yang dapat memecah belah bangsa.